Laboratorium Terpadu

Laboratorium merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

BERITA

Pendidikan

31 July 2025 | 15:20 WIB

Praktikum Uji Kekerasan Tablet

Admin Web Lab Terpadu

Admin Web

#Kegiatan

Praktikum formulasi teknologi sediaan padat menjadi salah satu inti dari pendidikan dalam bidang farmasi. Salah satu aspek penting dari formulasi sediaan padat adalah pembuatan tablet, yang membutuhkan pemahaman yang mendalam terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi kualitas dan karakteristik fisik dari tablet tersebut. Salah satu uji yang penting dalam mengevaluasi tablet adalah uji kekerasan. Pentingnya Uji Kekerasan Tablet Uji kekerasan adalah salah satu uji fisik yang penting dalam mengevaluasi sifat mekanik dari tablet. Kekerasan tablet menggambarkan seberapa kuat sebuah tablet dalam menahan tekanan dan pengaruh luar lainnya. Hasil uji kekerasan dapat memberikan informasi tentang stabilitas fisik tablet selama proses pembuatan, penyimpanan, dan penggunaan oleh pasien. Proses Praktikum Persiapan Bahan Baku: Praktikan biasanya diminta untuk menimbang dan mempersiapkan bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembuatan tablet, termasuk bahan aktif dan bahan tambahan seperti pengikat, pengisi, dan pelumas. Formulasi: Praktikan belajar untuk merancang formulasi tablet yang sesuai dengan kebutuhan tertentu, seperti dosis obat yang diinginkan, profil pelepasan, dan stabilitas fisik. Uji Kekerasan Tablet: Setelah tablet selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah melakukan uji kekerasan. Ini dilakukan dengan menggunakan alat uji kekerasan yang akan menerapkan tekanan pada tablet dan mengukur seberapa besar tekanan yang diperlukan untuk menghancurkan atau mengubah bentuk tablet. Hasil uji kekerasan memberikan informasi penting tentang kualitas tablet. Jika tablet terlalu lembek, ini bisa menunjukkan bahwa formulasi tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan pengaruh luar seperti manipulasi selama penggunaan oleh pasien. Di sisi lain, jika tablet terlalu keras, ini bisa membuatnya sulit untuk dipecahkan atau diurai dalam saluran pencernaan pasien. Manfaat Praktikum Praktikum formulasi teknologi sediaan padat dengan fokus pada uji kekerasan tablet membantu mahasiswa farmasi untuk memahami secara praktis bagaimana memformulasikan dan menguji sediaan padat. Dengan mempraktikkan proses pembuatan tablet dan menguji kekerasannya, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk merancang formulasi yang efektif dan aman dalam praktik farmasi di masa depan. Kesimpulan Praktikum formulasi teknologi sediaan padat, khususnya praktikum uji kekerasan tablet, adalah langkah penting dalam pendidikan farmasi yang membantu mahasiswa memperdalam pemahaman mereka tentang pembuatan dan evaluasi sediaan padat. Melalui praktikum ini, mahasiswa dapat mengasah keterampilan mereka dalam merancang formulasi yang berkualitas dan aman untuk digunakan oleh pasien.

Pendidikan

31 July 2025 | 15:14 WIB

Praktikum Pembuatan Kapsul

Admin Web Lab Terpadu

Admin Web

#Kegiatan

Di balik setiap pil atau kapsul yang diminum, ada proses yang dilakukan di laboratorium farmasi. Salah satu praktikum yang penting dalam pembelajaran farmasi adalah pembuatan kapsul di laboratorium farmasetika. Praktikum ini memberikan pemahaman mendalam tentang proses pembuatan obat dalam bentuk kapsul yang mudah dikonsumsi oleh pasien. Langkah Pertama: Persiapan Bahan Baku Proses pembuatan kapsul dimulai dengan persiapan bahan baku. Bahan aktif, atau zat obat, diukur sesuai dosis yang diinginkan. Selain itu, bahan penunjang seperti pengikat (excipient) dan bahan tambahan lainnya juga disiapkan. Tahap ini memerlukan akurasi yang tinggi karena kesalahan dalam pengukuran dapat memengaruhi efektivitas dan keamanan obat. Langkah Kedua: Pembuatan Campuran Setelah bahan baku disiapkan, langkah berikutnya adalah mencampurkan bahan-bahan tersebut dengan cermat. Campuran harus homogen, memastikan bahwa setiap kapsul mengandung jumlah zat aktif yang konsisten. Proses pencampuran ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat khusus seperti mixer atau granulator. Langkah Ketiga: Pengisian Kapsul Setelah campuran selesai, saatnya untuk mengisi kapsul dengan campuran tersebut. Ada dua metode umum yang digunakan: pengisian manual dan pengisian otomatis. Pengisian manual melibatkan penggunaan kapsul kosong yang diisi dengan campuran menggunakan alat bantu seperti sendok khusus. Sementara itu, pengisian otomatis dilakukan dengan mesin khusus yang memastikan setiap kapsul terisi dengan jumlah yang tepat. Langkah Keempat: Penutupan Kapsul Setelah kapsul terisi, langkah terakhir adalah menutup kapsul agar isinya tetap terlindungi dan aman untuk dikonsumsi. Penutupan kapsul dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan atau menggunakan alat khusus yang dapat menutup kapsul secara otomatis. Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk mencegah kebocoran atau kontaminasi yang dapat memengaruhi kualitas obat. Pentingnya Praktikum Pembuatan Kapsul Praktikum pembuatan kapsul di laboratorium farmasetika sangat penting karena memberikan pemahaman yang mendalam tentang proses pembuatan obat secara keseluruhan. Selain itu, praktikum ini juga mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya akurasi, kebersihan, dan kehati-hatian dalam setiap langkah pembuatan obat. Dengan pemahaman yang kuat tentang proses ini, para calon apoteker dapat memastikan bahwa obat yang mereka hasilkan aman, efektif, dan berkualitas tinggi. Kesimpulan Praktikum pembuatan kapsul di laboratorium farmasetika adalah bagian integral dari kurikulum pendidikan farmasi. Proses ini melibatkan langkah-langkah yang teliti dan akurat untuk memastikan bahwa setiap kapsul yang dihasilkan memenuhi standar keamanan dan kualitas yang tinggi. Dengan pemahaman yang mendalam tentang proses ini, para profesional farmasi dapat memainkan peran penting dalam menyediakan obat-obatan yang bermutu untuk masyarakat.

Pendidikan

31 July 2025 | 11:09 WIB

UJIAN KOMPREHENSIF

Admin Web Lab Terpadu

Admin Web

#Kegiatan

Pada tanggal 17-18 Juni 2025, Laboratorium Terpadu Universitas Muhammadiyah Lamongan melaksanakan Ujian komprehensif kepada 148 Mahasiswa S1 Keperawatan Semester VIII untuk mengukur penguasaan mahasiswa terhadap materi perkuliahan secara menyeluruh dan menilai kemampuan mereka dalam berpikir interdisipliner. Masing-masing hari melaksanakan ujian sebanyak 4 sesi dimana tiap sesinya terdiri dari 7 Departemen yang harus dilalui oleh setiap mahasiswa. Setiap sesinya mewakan waktu 1 jam dengan waktu efektif 8 menit per departemen. Setiap bel berbunyi mahasiswa akan berpindah ke Departemen berikutnya sampai dengan seluruh Departemen terlewati pada setiap sesinya. Departemen-departemen yang harus dilalui oleh setiap mahsiswa adalah Departemen KMB, Anak, Gadar, Maternitas, Komunitas Gerontik, Jiwa dan Menejemen.